Sabtu, 21 November 2009

Potensi kelapa Banten

sumber :http://www.investment.banten.go.id

LATAR BELAKANG

Kelapa merupakan tanaman tropis yang penting bagi negara – negara di Asia pasifik, kelapa mampu memberikan devisa bagi negara dan menjadi pencarian jutaan petani. Menurut FAO pada tahun 1976 negara – negara di Asia Pasifik mampu menghasilkan 82% dari total produksi kelapa dunia, sedangkan sisianya terbagi negara Africa dan Amerika Selatan.

Pada tahun 1984 luas tanaman kelapa di Asia dan Pasifik mencapai 8.875.00 ha yang tersebar di 12 negara, dengan perkiraan produksi hasil kelapa segar ± 5.276.000 ton dan kopra ± 3.238.000 ton. Saat ini persaingan produk kelapa khususnya berupa minyak kelapa mulai teralihkan oleh produk minyak sawit, minyak jagung, minyak kedelai dan minyak bunga matahari. Sebenarnya masih banyak produk turunan yang masih bisa dimanfaatkan misalnya coconut cream, desiccated coconut, hasil limbah berupa coconut charcial, carbon aktive dan coconut fibre dengan skema pasar mulai berkembang.



Potensi kelapa di Provinsi Banten cukup besar dengan luas areal perkebunan kelapa mencapai 99,971,6 ha dan jumlah produksi sebesar 59.677,11 ton.

SASARAN DAN TUJUAN

Pengembangan potensi unggulan Provinsi Banten di bidang Perkebunan. Kelapa sangat potensial, hal ini dikarenakan letak geografis Banten yang strategis untuk perkebunan Kelapa.

Dari kebun kelapa banyak hal yang dapat dikembangkan, salahsatunya adalah produk coconut oil (minyak kelapa).

LOKASI PROYEK DAN KAPASITAS PRODUKSI

Potensi dari pengembangan komoditi kelapa di Provinsi Banten tersebar dari mulai wilayah pesisir sampai dengan daerah pegunungan, secara rinci daerah, luas dan produksi komoditi kelapa tercantum dalam tabel berikut :


No.
Daerah
Luas lahan (Ha)
Produksi (Ton)

1.
Pandeglang
38.062,10
23.751,45

2.
Lebak
19.392,50
10.279,97

3.
Tangerang
11.017,00
5.941,10

4.
Serang
27.359,00
18.078,68

5.
Cilegon
4.141,00
1.625,91


Jumlah
99.971,60
59.677,11


Sumber : Banten dalam angka tahun 2003, BPS Provinsi Banten

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten




Di samping perkebunan yang dikelola oleh masyarakat adapula yang dikembangkan oleh pihak swasta, di Kabupaten Lebak 54,9 ha dengan jumlah produksi 14,164 ton tiap tahun dan di Kabupaten Pandeglang seluas 129,32 ha dengan total produksi 37,32 ton tiap tahun.


PELUANG PASAR

Dengan berbagai kemajuan yang telah diperoleh dari produk ikutan/lanjutan komoditi kelapa peluang pasar semakin besar khususnya bagi industri – industri yang menggunakan produk olahannya dari kelapa. Dari kekayaan inovesi telah mengantarkan produk – produk ikutan menjadi produk unggulan yang sangat berpotensi dimasa yang akan datang saat ini bahkan permintaan akan produk ini dalam skala regional semakin meningkat, karena selain nilai manfaat yang didapat, produk ini memberikan nilai tambah s%b!gai produk akrab lingkungan dan tidak berbahaya bagai kesehatan pemakainya.

Sebagai contoh hasil ikutan dari komoditas kelapa yang akhir – `khir ini menjadi produk unggulan yaitu Virgin Coconut Oil (VCO) menjelma menjadi barang mewah yang bernilai estetika tinggi bagi berbagai besar konsumen. Keunggulan lain dari produk ini adalah masih terbukanya peluang inovasi baru dari bahan baku yang sama menjadi produk derifat (turunan) yang menjajikan dalam skala industri kecil dan menengah sampai industri besar.

RENCANA ANGGARAN BIAYA

Dalam analisa memproses VCO menggunakan 5 unit alat dengan kapasitas 1.500 kelapa per hari dan harga VCO Rp. 36.000/Kg.


1.
Investasi
1.670.680.000

2.
Operational cost fixed cost
250.880.000


Variabel cost
4.156.230.000

3.
Total revenue
5.400.000.000

4.
Net revenue



§ Year 1
704.030.000


§ Year 2
591.780.000


§ Year 3 – 9
1.004.760.000


§ Year 10
1.991.020.000

5.
NPV (disc. Rate 20%)
1.803,03

6.
IRR
48,24 %

7.
Payback period
2,07 tahun = 24,88 bulan

8.
Fixed price for production
29.380,70 / Kg

9.
BEP
1.089.208.,616

10.
Percentage at BEP
20,17 %

11.
BEP capacity
100,85 Kg/hari



KESIMPULAN

Perkebunan kelapa layak dikembangkan dalam skala komersial karena mempunyai potensi kelayakan investasi yang sangat baik.

Standart teknologi budidaya kelapa yang relatif sudah tersosialisasi di Banten





sehingga pengembangannya melalui pola PIR sangat potensial.

Proyek pengembangan perkebunan kelapa selayaknya dilakukan dengan melakukan mitra dengan masyarakat yang telah mempunyai budaya dalam bercocok tanam kelapa, sehingga teknik dan sosial ekonomi kelapa di Banten dapat lebih berkembang dengan cepat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar